
Peneliti PuSDeK UIN Mataram
OPINI. RINJANINEWSONLINE
Banjir yang baru saja melanda Kota Mataram merupakan musibah, mungin ini cara Allah SWT mengingatkan kita semua supaya kita selalu mawas diri, menjaga lingkungan dan kebersihan. Sebagai bencana alam, sangat lumrah banjir menimbulkan sejumlah dampak. Misalnya banjir yang baru lalu telah menyebabkan sejumlah akses jalan terputus, lebih dari 3.000 unit rumah dan permukiman penduduk terdampak, tidak terkecuali kerusakan prasarana umum seperti sekolah dan ruang-ruang publik. Oleh karenanya, pemerintah tidak boleh hanya menyerahkan persoalan banjir pada takdir. Pemerintah harus menggali akar permasalahan banjir dan menemukan formulasi kebijakan dengan menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan. Tulisan ini menyajikan deskripsi tentang mitigasi dan solusi kebijakan banjir yang baru dialami Kota Mataram. Tentu saja data yang disajikan barangkali belum lengkap, namun
setidaknya dapat memberikan informasi awal kepada pengambil kebijakan dan seluruh pemangku kepentingan.
Berdasarkan observasi dan wawancara dengan sejumlah sumber yang penulis lakukan selama dua hari terkahir pasca banjir ditemukan informasi bahwa banjir di Kota Mataram disebabkan sejumlah faktor, antara lain curah hujan dalam satu hari cukup tinggi dimana intensitas hujan melebihi kapasitas drainase sehingga air meluap ke permukaan jalan dan pemukiman. Pada saat bersamaan sistem drainase belum memadai mungkin karena kurang perawatan sehingga banyak drainase yang tersumbat sampah dan tidak mampu menampung dan mengalirkan debit air hujan secara efektif.
Selain itu banjir juga disebabkan topografi wilayah. Beberapa wilayah di Mataram berada di dataran rendah, sehingga rentan menjadi tempat penampungan air dari daerah yang lebih tinggi. ondisi geografis ini membuat air sulit mengalir ke laut atau badan air lainnya. Tidak dapat dipungkiri penyebab lain dari banjir inn adalah
Baca Juga
- Sekda Gita Ariadi Pindah Jadi Dosen IPDN, Gubernur NTB Buka Suara
- Sudirsah Sujanto Apresiasi 100 Hari Kepemimpinan Najmul Kus
- Masuk SD/SMP Di Mataram? Komisi IV Pastikan Tidak Ada Jalan Titipan
kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi salah satu penyebab utama penyumbatan saluran air. Fakta-fakta ini menandakan bahwa masih kurangnya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar turut memperburuk situasi. Atas evaluasi ini, penulis merekomendasikan solusi kedepan yaitu perlu perbaikan dan perluasan sistem drainase seperti lakukan normalisasi dan perluasan saluran drainase di titik-titik rawan banjir kemudian bangun sistem drainase modern dengan pompa air di kawasan rawan genangan. Kebijakan ini dapat dilakukan pemerintah setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase perkotaan.
Selain itu perlu dikembangkan pengelolaan sampah terpadu dengan cara meningkatkan kesadaran masyarakat melalui kampanye anti-membuang sampah sembarangan, dan perkuat program bank sampah dan pembersihan
rutin saluran air oleh Dinas Kebersihan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Pemerintah juga perlu melakukan penegakan aturan bangunan dan taman. Misalnya pemerintah harus tegas memberlakukan larangan pembangunan di bantaran sungai dan saluran air. Pemerintah juga sebaiknya mengevaluasi tata ruang wilayah dan setelah itu mendesain pengaturan tata ruang yang ramah lingkungan.
Terakhir dalam jangka pendek perlu ada peningkatan kapasitas internal birokrasi pemerintah daerah, antara lain penguatan koordinasi antar instansi (BPBD, Dinas PU, Pol PP) dan semua actor pemerintah lainnya. Dan yang tidak kalah pentingnya juga adalah investasi dalam teknologi early warning system (peringatan dini banjir). Hal ini sangat penting untuk mencegah tingginya korban akibat terjebak banjir. Dalam jangka Panjang pemerintah juga perlu mendorong peningkatan ruang terbuka hijau atau RTH dengan cara terapkan aturan wajib RTH minimal 30% sesuai UU Lingkungan Hidup dan rehabilitasi lahan-lahan kosong
Berita Terbaru
- Lalu Wirajaya Suntik Semangat Atlet PSSI Loteng, Optimis Raih Prestasi Di Porprov
- Modal Prestasi Nasional dan Atlet Timnas Junior, Hockey Mataram Percaya Diri di Porprov
- AHY Ajak Kader Demokrat Rawat Pesisir NTB, Pantai Ampenan Jadi Titik Gerakan Langit Biru Indonesia Asri
- Jelang Uji Coba Satu Arah Jalan Dakota, DPRD Pertanyakan Izin Andalalin Domino’s Pizza
menjadi taman kota, biopori, dan sumur resapan. Sedangkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat perlu libatkan RT/RW dan komunitas lokal dalam program gotong royong membersihkan saluran air, kemudian buat kelompok sadar banjir (KSB) di tiap kelurahan sebagai ujung tombak mitigasi banjir.
Penulis berpandangan solusi kebijakan yang disampaikan ini dapat melengkapi pikiran pemerintah. Kemarin Pemerintah Provinsi melalui Gubernur mengidentifikasi tiga penyebab yaitu pendangkalan sungai, sampah, dan jembatan-jembatan yang berada di sepanjang aliran sungai masih terlalu rendah. Kedepan kolaborasi pemerintah daerah dan DPRD harus terus kita perkuat untuk mencegah banjir yang sering berulang ini.





Tinggalkan komentar